Tuesday, 12 January 2016

Cukai rokok naik 2016

Cukai rokok 2014 Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menjadikan liberalisasi penerbangan ASEAN (ASEAN Open Sky) sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan bisnis penerbangan. Ketua Umum INACA, M Arif Wibowo mengatakan, maskapai nasional tak gentar menghadapi liberasi penerbangan. Alasannya, sebagian besar maskapai penerbangan nasional sudah melakukan persiapan untuk http://chnm.gmu.edu/cyh/myomeka/posters/show/11167 menghadapi liberasisasi tersebut. Oleh sebab itu, Arif yakin bahwa segala tantangan bisa dihadapi dengan baik. \”Di awal 2016 ini merupakan permulaan dari Open Sky 2016. Kami semua anggota INACA sebagai pelaku usaha sejak awal telah menyiapkan diri sehingga bisa menghadapi segala rintangan ke depan,\” kata Arif, di Jakarta, Jumat (8/1/2016).


Menurut Arif, Open Sky ASEAN bisa dijadikan peluang untuk melebarkan sayap, sehingga dapat menciptakan kemakmuran bagi maskapa‎i nasional, baik penerbangan terjadwal, charter dan kargo. \”Open Sky itu bisa digunakan untuk mengambil manfaat setinggi-tingginya oleh maskapi nasional,\” ungkapnya. Arif juga meyakini, prospek pertumbuhan penerbangan 2016 lebih baik ‎dari 2015, karena pemerintah telah mendukung dengan memberikan insentif pembebasan bea masuk suku cadang pesawat sebesar 10 persen. Hal tersebut tercantum dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VIII. \”Prospek pertumbuhan 2016 lebih baik dari 2015, Pemerintah telah memberikan sinyal positif melalui paket kebijakan ekonomi jilid VIII yang sebagian besar mengakomodir pelaku usaha penerbangan,\” jelasnya Arif.


Untuk diketahui, https://modules.apache.org/profile.lua?uid=162372 pemerintah telah mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid VIII pada 21 Desember 2015 kemarin. Salah satunya memberikan insentif untuk sparepart atau suku cadang pesawat dengan tarif bea masuk nol persen.



Cukai rokok naik 2016

No comments:

Post a Comment