Saturday, 26 September 2015

Industri otomotif dunia

Industri otomotif jepang Kalangan industri otomotif mendukung pengembangan infrastruktur pengisian bahan bakar gas (BBG) yang akan melapangkan jalan industri otomotif memproduksi kendaraan dual fuel secara masif. Seperti dikatakan oleh Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMI), Mukiat Sutikno, penggunaan BBG bagi kendaraan bermotor menjadi sangat mendesak. Menurut dia, bahwa ke depan, industri otomotif http://www.dogdayonthegreen.com/top-laptop-tips-and-advice-anyone-can-use/ harus berorientasi pada penggunaan BBG. Untuk itu, penerapan penggunaan BBG memang harus dibarengi dengan penambahan jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) agar konversi bahan bakar tersebut tidak gagal. Bahkan, tuturnya, pengembangan infrastruktur tersebut dapat pula dengan sistem pengisian yang sifatnya mobile atau dikenal dengan Mobile Refueling Unit (MRU). “Berbagai


inovasi pengisian sangat penting, karena bisa menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan stasiun pengisian BBG. Kita semua bisa belajar dari Thailand, yang secara total memiliki sekitar 3.000 filling station. Yang terpenting adalah infrastruktur diperbanyak dan kami siap mendukung penggunaan BBG bagi kendaraan bermotor,” kata Mukiat. Hyundai sendiri, imbuh Mukiat, siap jika pemerintah mengeluarkan regulasi mengenai konversi bahan bakar gas. Apalagi, Hyundai memiliki pengalaman sejak 2010, ketika pihaknya bekerja sama dengan sebuah perusahaan taksi yang mempergunakan bahan bakar gas. Hanya saja, lanjutnya, meski pada unit kendaraan sudah ditambahkan converter kit agar bisa mengkonsumsi BBG, http://www.dogdayonthegreen.com/easy-advice-for-affordable-car-repairs/ ketika itu program tersebut justru terkendala akibat minimnya


fasilitas pengisian bahan bakar gas. “Di sinilah pentingnya penambahan SPBG dan pengoperasian MRU,” lanjutnya.



Industri otomotif dunia

No comments:

Post a Comment