Gempa jogja 24 juli 2015 Gempa bumi berkekuatan 4,6 skala richter (SR) terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Meski demikian, gempa tersebut tidak berdampak pada akitivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Sleman. \”Tidak, tidak berdampak, kami sudah lakukan pemantauan,\” papar Guru besar Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Sunarno kepada Okezone, Jumat (25/9/2015) http://losinground.com/how-to-do-preventive-maintenance-on-your-vehicle/ malam. Sunarno menambahkan, penyebab gempa tersebut dikarenakan penyesuaian patahan (sesar) opak yang berada di wilayah Gunungkidul. Sehingga tidak seperti pergeseran patahan yang bisa menyebabkan getaran hebat. \”Itu bukan pergerakan patahan, cuma penyesuaian saja, jadi cuma kecil dan sebentar,\” imbuhnya. Sementara seismograf yang berada di sekitar Gunung Merapi, hingga kini masih
terpantau normal. \”Biasanya menunjukkan 7,6 sekarang cuma naik satu jadi 7,7 tidak sampai ke tremor,\” sambungnya. Pengajar jurusan Teknik Nuklir itupun meminta agar masyarakat tidak panik saat terjadi gempa. Adapun keluar rumah, kata Sunarno, bukanlah solusi untuk menyelamatkan diri. \”Ya http://explore22.com/technology/personalize-your-iphone-with-these-tips/ kalau keluar rumah bisa ketimpa bangunan atau minimal genteng, jadi warga tidak usah panik dan berlindung dibawah meja atau lemari serta hindari panik,\” pungkasnya.
Gempa yogya 31 mei 2015
No comments:
Post a Comment