Cerita sedih Ini adalah cerita Wangogira. Kisah warga pedalaman yang masih mempertahankan tradisi. Desa yang terkenal dengan kualitas padinya ini merupakan sebuah desa yang meski memiliki jarak yang jauh dari perkotaan, tak pernah sepi dengan aktivitas. Aktivitas menanam padi, menjadi sumber pencaharian utama warga Wangangira. Desa Wangogira terletak di kecamatan Tobelo http://dumps4exams.com/grasp-your-own-apple-ipad-inside-a-couple-of-simple-steps/ Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Desa ini dikenal dengan tanaman padi yang tumbuh di aliran sungai. Namun tidak diketahui siapa yang menanam padi tersebut. Padi-padi ini tumbuh dengan sendirinya di tanah subur Wangongira, sebagai bentuk berkah dari yang kuasa. Padi yang tumbuh di aliran sungai ini digunakan masyarakat adat Tobelo Dalam
sebagai petunjuk kualitas panen mereka. Mereka akan memulai menanam setelah padi-padi di aliran sungai tersebut telah tumbuh subur. Tidak hanyak dinikmati warga setempat, desa yang indah dan asri inipun ikut menarik perhatian wisatawan. Wisatawan yang datang bertujuan untuk menikmati suasana pedesaan yang indah dengan sungai-sungai yang mengalir. Warga setempat juga sangat ramah dan terbuka dengan para wisatawan. Desa ini berjarak 54 km dari kota Tobelo. Melihat tradisi yang kental di sini akan membuat lelah Anda terbayarkan setelah berjalan jauh. http://www.batagor.org/understanding-how-to-use-an-ipad-functional-advice-and-tips.html Salah satu tradisi yang masih dipertahankan warga seniornya adalah memanjangkan jenggot. Simak video drone Wangogira dalam program Liputan6.com di Langit Indonesia,
Cerita sedih
No comments:
Post a Comment