Friday, 8 January 2016

Saham pilihan untuk investasi jangka panjang

Saham pilihan minggu ini (IHSG) berpotensi melemah namun terbatas pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Hal itu lantaran belum ada lagi rilis data ekonomi makro yang dikeluarkan dan minim sentimen. Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 4.511 dan resistance 4.600. Ia menilai, saat ini belum ada http://www.phy.ntnu.edu.tw/ntnujava/index.php?action=profile;u=582126;sa=summary sentimen dominasi yang mempengaruhi gerak IHSG. Pelaku pasar menunggu realisasi belanja pemerintah di awal 2016. Selain itu, potensi Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate di Januari. Saat ini level BI Rate di kisaran 7,5 persen. Namun, Alfred menilai, sentimen inflasi Desember 2015 cukup tinggi masih membayangi


bursa saham pada Selasa pekan ini. Kalau penurunan harga BBM yang terjadi pada hari ini, Alfred menuturkan pelaku pasar sudah mengantisipasi hal tersebut. Sementara itu, Analis PT HD Capital Yuganur Widjanarko menuturkan meski IHSG berada di zona merah pada awal perdagangan saham 2016, pihaknya optimistis pelaku pasar akan akumulasi saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua. Langkah itu dapat membangun IHSG untuk menuju level resistance berikutnya di atas level psikologis 4.620. \”IHSG akan berada di level support 4.500-4.420-4.370 dan resistance 4.620-4.720-4.820,\” kata dia, Selasa (5/1/2016). Rekomendasi Saham Alfred memilih saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN),


PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk dicermati pelaku pasar. Sedangkan Yuganur memilih saham BBTN, PT Astra International Tbk (ASII), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Rekomendasi Teknikal Yuganur memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk dicermati pelaku pasar pada Selasa pekan ini. Secara teknikal, ia melihat gerak saham PT Bank Tabungan Negara Tbk konsolidasi secara teknikal dapat digunakan sebagai akumulasi untuk melanjutkan kenaikan berikutnya dalam jangka pendek http://boinc.umiacs.umd.edu/show_user.php?userid=114181 dan menengah ke level Rp 1.400. Ia merekomendasikan masuk saham PT Bank Tabungan Negara Tbk di level pertama


Rp 1.285, level kedua Rp 1.275, dan cut loss point Rp 1.255.



Saham pilihan untuk investasi jangka panjang

No comments:

Post a Comment