Thursday, 7 January 2016

Gendis samudra

Gendis furniture Tanaman pagar ini memang tidak begitu populer dibandingkan dengan jenis herba lainnya. Namun, beberapa penelitian justru mengungkap peluang dandang gendis sebagai herba yang potensial menormalkan kadar gula darah. Menyebut namanya, orang akan teringat salah satu tembang Jawa, yakni Dandang Gulo (gendis). Kertajaya, raja terakhir dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur, http://daysinnshreveport.com/right-here-is-where-you-can-locate-the-best-tips-about-auto-repair/ juga dikenal dengan nama Dandang Gendis. Namun, yang diulas di sini adalah tanaman obat yang biasa tumbuh di daerah tropis. Orang Sunda biasa menyebutnya ki tajam. Menurut pengembang tanaman obat, Hartini Koentjoro, dandang gendis jika hendak diolah menjadi herbal harus dijadikan ekstrak terlebih dulu. Secara umum, dandang gendis tidak dapat


berdiri sendiri, tetapi harus dicampur dengan herba lainnya. “Biasanya setelah diekstrak dengan cara dikeringkan, dandang gendis dapat dicampur atau dikombinasi dengan meniran. Manfaatnya sebagai ramuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh,\” ungkap pemilik kebun tanaman obat Sekar Peni ini. Dandang gendis biasa dicampur dengan meniran karena keduanya memiliki manfaat yang sama, yakni untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya, kedua herba ini direbus bersamaan, lalu ditambahkan sedikit madu agar terasa manis. Sebagai ramuan pengontrol gula darah, dandang gendis dapat dimanfaatkan tunggal, tanpa campuran. Biasanya dibuat ekstrak kering untuk dijadikan teh. Namun, kita harus berhati-hati dalam memanfaatkan daun dadang gendis sebagai herba, terutama


jika direbus. Jika dalam bentuk http://katsumokublog.com/need-some-auto-repair-help-read-here segar, agar saat direbus manfaatnya tidak terbuang, sebaiknya layukan dulu sebelum direbus. Petik daun di pagi hari, sorenya baru diolah.



Gendis samudra

No comments:

Post a Comment